Sunday, December 4, 2016

Dies Natalis Keperawatan ke 15, “Traditional Vintage”



gambar 1. sambutan dari ketua panitia 
Sabtu (26/11/2016), bertempat di Graha Widya Husada Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, acara Dies Natalis Keperawatan ke 15 diisi dengan potong tumpeng oleh Kepala Jurusan (Bp.  Tri Prabowo,S,Kp,M,Sc), pengumuman dosen dan karyawan  terfavorit , memanah balon, persembahan mahasiswa jurusan, treatikal suster apung, pengumuman juara lomba, dan ditutup dengan penampilan bintang tamu. Dies Natalis dilaksanakan selama 3 hari.  Pada hari pertama, Sabtu 29 Oktober 2016,diadakan speech contest dan madding . Sedangkan Sabtu 19 November 2016, diadakan volley putra dan putri, badminton putra dan putri. Untuk malam puncak Dies Natalis kali ini, Himpunan Mahasiswa Jurusan Keperawatan (HMJ)  mengangkat tema “Traditional Vintage” yang mempersembahkan keunikan perpaduan antara tradisional jawa dan  sesuatu yang berhubungan dengan hal – hal kuno tetapi memiliki kualitas unik dan menarik. Alasan mengusung tema tersebut yaitu sebagai mahasiswa tentunya kita perlu untuk melestarikan budaya yang telah diwariskan oleh leluhur. Konsep tradisional vintage ini dapat dilihat dari kode pakaian yang dikenakan mengandung unsur batik, sorjan, dan juga makanan atau minuman yang disajikan berupa jajanan pasar. 




gambar 2. sambutan dari ketua
                         jurusan keperawatan 
Dosen terfavorit tahun ini yaitu Bp. Kirnantoro,SKM,M.Kes. Beberapa mahasiswa menganggap Bp.Kirnantoro  memiliki karisma yang lucu tetapi tegas, hal ini membuat beliau menjadi dosen terfavorit lagi seperti tahun sebelumnya. Sedangkan karyawan terfavorit tahun ini diberikan kepada karyawan yang masih bisa dibilang junior,Mas Bayu. Ada satu rangkaian acara yang berbeda dari acara dies natalis jurusan lain, yaitu panah balon oleh Risna Oktaviani, mahasiswi D3 Keperawatan tingkat satu.  Persembahan mahasiswa jurusan diisi dengan akustik, teater, dan tari oleh perwakilan tiap prodi dalam setiap angkatan. Treatikal suster apung mampu menarik perhatian setiap yang hadir di acara tersebut. Treatikal tersebut menceritakan bagaimana kerasnya perjuangan seorang perawat. Perawat yang umumnya didominasi perempuan terkadang memberikan tantangan tersendiri, tidak hanya dari pekerjaan yang mengharuskannya untuk bekerja pada malam hari namun juga dari keluarganya yang harus sering ia tinggalkan untuk kepentingan sosial. Acara selanjutnya yaitu pengumuman juara lomba, baik juara lomba pada dies natalis dua hari sebelum malam puncak ataupun pemenang lomba kreasi video. Acara puncak Dies Natalis ditutup dengan penampilan bintang tamu aliran jazz, Ancaman Kota(red_UKM JURNAL).
gambar 3. pemotongan tumpeng oleh
                    ketua jurusan keperawatan. 
Penulis : Intan Monita Sari /P07120216025/D4 KEPERAWATAN

Sumber gambar :Fahri Romadan /P07134215015/D4 ANALIS KESEHATAN







lampiran foto : 



gambar 5. mc acara 
gambar 4. pembukaan acara pemecahan
 balon dengan panah 


penampilan pentas seni dari mahasiswa dan dosen ;


(1)
(2)
(3)
(4)

(5)
(6)


pembagian hadiah pemenang perlombaan ;
(1)
(2)
(3)
(4)



penampilan bintang tamu dan keseruan acara ;
(1)
(2)
















Seminar

“ Manajemen Terpadu Diabetes Mellitus Melalui Pendekatan Multidisplin Ilmu”


gamar 1. ibu wiwik saat memberikan materi
Minggu 27 november 2016 Sentra Kerohanian Islam atau yang sering kita sebut  SKI mengadakan acara seminar yang dilaksanakan di Graham Bina Husada . SKI  bekerja sama dengan IMANI( Islamic Medical Association and Network of Indonesia ) yaitu sebuah organisasi antar profesi medis yang seluruh anggotanga beragama  islam.  seminar kali ini bertemakan tentang “ manajemin terpadu diabetes mellitus melalui pendekatan multidisplin ilmu” yang membahas lengkap tentang diabetes militus mulai dari pencegahan samapai pengobatan.



gambar 3.salah satu  persentasi mahasiswa
hasil penelitian tentang DM
Seminar yang di laksanakan cukup di respon antusias oleh para peserta , banyak peserta yang hadir dari berbagai macam perguruan tinggi negri maupun swasta. Tercatat kurang lebih sekita 250 an peserta mengikuti acara seminar tersebut. Acara tersebut berlangsung dari jam 7.30 pagi WIB sampai jam 15.00 WIB. sangat banyak pembicara pada seminar kali ini, yang memberikan wawasan  pada peserta yang telah hadir khusus nya tentang Diabetes Militus. Sehingga  menambah pengetahuan peserta pada ilmu diabetes militus.






gambar 2. sesi diskusi yang di pandu oleh moderator(paling kanan) 
Acara tersebut menghadirkan pembicara dari berbagai profesi , pembicara pertama  berasal dari Jakarta, ia juga aktif sebagai direktur pusat jantung terpadu di RSCM Jakarta yaitu dr.eka ginanjar ,memberikan materi tentang penanganan penyakit cardiovascular pada penderit DM ,pembicara kedua ada Dr. henny susaeni dari UGM yang memberikan materi “asuhan keperawatan pada pasien diabetes militus dengan komplikasi” , pembicara ketiga ada ibu wiwik suminarni yang bekerja di RSUP  Dr. sarjito iya memberikan materi tentang “pengelolaan diit terkini pada pasien diabetes militus” , lalu ada pembicara ke empat yang juga sebagai dosen pada poltekkes Yogyakarta jurusan kebidanan yaitu ibu sujiyanti, memberikan materi tentang “pengelolaan kehamilan dan persalinan pada ibu dengan DM, dan yang terakhir ada Drs. Muchlis dari UAD yang membahas pharmaceutical care pada pasien DM”. setelah pemaparan materi dari para pembica , lalu ada persentasi tentang penelitian DM dari mahasiswa maupun dosen yang berfrofesi sebagai tenaga medis dan mahasiswa yang ber-jurusan  kesehatan(red_UKM JURNAL).
gambar 4 . suasana dan keriuahan peserta 



penulis dan Sumber gambar :Fahri Romadan /P07134215015/D4 ANALIS KESEHATAN.




Tuesday, November 29, 2016

SEMARAK SERTIJAB ORMAWA 2016


Gambar 1 ; Sambutan oleh Direktur poltekkes jogja. 
Pelantikan pengurus baru seluruh organisasi mahasiswa yang ada di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dilaksanakan pada Hari Kamis, 10 November 2016. Acara pelantikan tersebut berlangsung di Auditorium Graha Bina Husada atau yang dikenal sebagai audit baru. Seluruh mahasiswa dan mahasiswi yang tergabung dalam organisasi mahasiswa baik Badan Legislatif Mahasiswa (BLM),  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM),  Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) menghadiri acara tersebut dengan mengenakan kemeja putih yang dipadukan rok atau celana berwarna  hitam dan dibalut dengan jas almamater. Pada kesempatan tersebut tidak hanya dilakukan pelantikan pengurus baru saja tetapi juga serah terima jabatan dari pengurus organisasi mahasiswa periode sebelumnya kepada pengurus periode baru.

Gambar 2 ; Proses pengambilan sumpah ormawa 2016. 
Kurang lebih pukul satu siang acara pelantikan organisasi mahasiswa periode 2017 itu dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Poltekkes, dan Hymne Poltekkes oleh seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan sambutan oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yaitu Bapak Abidillah Mursyid, SKM, MS. Dalam sambutannya, beliau memberikan pengarahan mengenai kepemimpinan. Beliau juga mengungkapkan harapannya kepada para pengurus organisasi mahasiswa yang baru untuk meningkatkan kinerja mereka agar organisasi yang ada di Poltekkes dapat bekerja lebih baik daripada periode sebelumnya.
Gambar 3 ; Foto bersama seluruh ormawa. 


Setelah pemberian sambutan oleh direktur, acara dilanjutkan dengan sebuah upacara serah terima kepengurusan yang dibarengi dengan pelantikan pengurus organisasi mahasiswa periode baru. Seluruh mahasiswa yang baru saja dilantik menjadi pengurus organisasi mahasiswa tersebut lalu berfoto bersama direktur dan jajaran pembantu direktur. Sesi foto bersama tersebut berlangsung selama kurang lebih 30 menit dan kemudian dilanjutkan dengan penutupan acara pada pukul tiga sore(red_UKM JURNAL).


Penulis :Dian Mega Ayu Pratiwi /P07134216019/D4 Analis Kesehatan

Sumber gambar :Aurilia Zefanya /P07131116027/D III Gizi
                           Nugraheni Putri Utami /P07131115034/D III Gizi




Sunday, November 20, 2016

THE 3 INTERNATIONAL CONFERENCE ON HEALTH SCIENCE

“Optimizing the Mental Health Under SDGs”

gambar 1 ; persembahan tari nuantara dari ukm tari 
Minggu 06 november 2016, pagi-pagi sekali para panitia riuh mempersiapkan megahnya acara tahunan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yang berbasis Internasional untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN). THE 3 INTERNATIONAL CONFERENCE ON HEALTH SCIENCE “Optimizing the Mental Health Under SDGs” merupakan bagian tanggung jawab dari perwujudan salah satu Visi Poltekkes yaitu “Menjadi Inatitusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Rujukan di Tingkat Nasional” acara ini diselenggarakan di Inna Garuda Hotel yang dihadiri oleh 300 peserta dari berbagai wilayah Nusantara. Acara ini dibuka dengan persembahan Tari Nusantara dari UKM Tari Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dan selanjutnya dibuka oleh direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta bapak Abidilah Mursyid, SKM,MS dengan pemukulan gong. Pembicara yang  didatangkan dari luar Negeri, salah satunya Vilipina dan Brunei Darussalam menyajikan materi  yang sangat luar biasa dan diikuti antusias peserta dengan keaktifan peserta untuk menggali ilmu dari para pakar kesehatan mental. 


gambar 2 ; berlangsung nya acara seminar 
International Conference yang ke-3 ini mengangkat tema “Optimizing the Mental Health Under SDGs” dikarenakan pentingnya kesehatan mental yang selama ini kurang diperhatikan oleh petugas kesehatan. Disadari bahwa setiap individu mempunyai kadar stress yang berbeda-beda, oleh karena itu petugas kesehatan mampu mengatasi masalah kesehatan tidak hanya dibidang fisik namu juga mampu mengatasi permasalahan mental. International Conference memiliki banyak manfaat baik untuk Dosen maupun Mahasiswa, Diantaranya yaitu saling bertukar ilmu untuk mengembangkan taraf kesehatan di Indonesia.

Ketua Panitia International Conference yang ke-3 ini yang tidak lain adalah Ibu Pembantu Direktur III Poltekkes Kemenkes Yogyakarta menyatakan harapannya kepada mahasiswa Poltekkes Kemenkes Yogyakarta agar mahasiswa lebih mendalami bahasa inggris untuk menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), dan juga mahasiswa tidak hanya ahli dalam mengatasi persoalan fisik namun juga memperhatikan kesehatan mental bagi setiap klien, dan agar mahasiswa memiliki wawasan yang lebih luas tidak hanya dari Dalam Negeri namun juga dari Luar Negeri(red_UKM JURNAL).


Sumber gambar : Heni Susilowati /P07124215055/D4 Kebidanan

Penulis :Farida Dwi Sahar/P07124215051D4 Kebidanan

Sunday, October 2, 2016

Bukan Sekedar Tema,Tahun ini Kebak SBH Melatih Benar Benar Siaga dan Tanggap pada Bencana

Kemah Bakti Kesehatan merupakan sebuah kegiatan rutin tahunan di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yang diselenggarakan oleh dewan racana Haryo Purboyo & Nyi Ageng Serang pangkalan Poltekkes Yogyakarta yang dikenal sebagai UKM SBH (Saka Bakti Husada). Kegiatan ini bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa yang menempuh pendidikan di Potekkes Kemenkes Yogyakarta minimal 1x hingga berstatus lulus dalam kegiatan SBH ini. Kemah Bakti Kesehatan atau yang biasa disebut ‘Kebak’ ini merupakan evaluasi dari kegiatan kepramukaan dan kesakaan yang telah dilaksanakan pada latihan rutin selama beberapa bulan sebelumnya. Kegiatan kepramukaan yang dimaksud meliputi satyadharma pramuka, survival, PBB (Pelatihan Baris-Berbaris), PPGD (Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat), dan masih banyak lagi. Sedangkan kegiatan kesakaan adalah kegiatan yang dilaksanakan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dalam bidang ilmu kesehatan mengingat saka atau satuan karya pramuka yang ada di Poltekkes adalah Saka Bhakti Husada, salah satu kesakaan dalam bidang ilmu kesehatan. Kegiatan kesakaan meliputi enam bidang dalam saka bhakti husada yang diajarkan dan memuat seluruh jurusan di Poltekkes, seperti krida bina obat, krida bina gizi, krida bina kesehatan lingkungan, dan lain-lain.

Kegiatan kemah bakti kesehatan (kebak) tahun 2016 dilaksanakan di Buper Huntap Gondang 2 Ngepringan, Wukirsari, Cangkringan, Sleman pada tanggal 23 hingga 25 September 2016. Waktu pelaksanaan kebak di tahun ini cukup  berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasa dilaksanakan pada Bulan Agustus. Hal tersebut dikarenakan pada bulan Agustus 2016 agenda kegiatan kemahasiswaan sudah cukup padat.

Konsep dari kegiatan kemah bakti kesehatan yang dilaksanakan oleh dewan racana pangkalan Poltekkes Yogyakarta tahun 2016 ini mengikuti konsep Kemnas Kesehatan (Kemah Nasional Kesehatan) dan mengambil tema Saka Bhakti Husada Tanggap Bencana. Dalam penyelenggaraan kegiatan, kepanitiaan tidak hanya dari mahasiswa yang tergabung dalam dewan racana saja, tetapi juga melibatkan mahasiswa dari berbagai organisasi mahasiswa dan unit kegiatan mahasiswa yang ada di Poltekkes sehingga jumlah kepanitiaan mencapai 60 mahasiswa.

Kegiatan kemah bakti kesehatan tahun 2016 diikuti oleh 613 mahasiswa sebagai peserta yang terbagi menjadi 7 reka putra dan 67 reka putri. Dimulai dengan upacara pembukaan di halaman kampus terpadu Poltekkes Yogyakarta kemudian dilanjutkan dengan pemberangkatan peserta ke lokasi perkemahan. Sesampainya di lokasi perkemahan, peserta langsung mendirikan tenda dan dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan lain sesuai rundown acara. Kendala yang dialami ketika peserta mendirikan tenda adalah turunnya hujan yang disertai angin cukup kencang sehingga memaksa mereka mendirikan tenda sambil berhujan-hujanan. Malam hari setelah tenda-tenda berhasil didirikan oleh para peserta, kegiatan dilanjutkan dengan jelajah malam melewati hutan yang gelap dengan jalan yang berbatu dan masih becek setelah terguyur hujan disore hari.

Esoknya dengan cuaca cerah bersahaja, para peserta memulai kegiatan dengan senam pagi yang dilanjutkan dengan lomba hasta karya dan lomba PPGD. Selain itu juga ada kegiatan penyampaian materi PPGD dan BPBD. Menginjak siang hari cuaca mulai kurang bersahabat karena turun hujan disertai angin yang cukup kencang dan berlangsung hingga malam hari. Akibatnya beberapa kegiatan yang seharusnya berlangsung seperti lomba yel-yel, pioneering, persiapan api dharma, dan bakti masyarakat terpaksa dibatalkan.

Hujan yang tak henti-henti hingga malam hari tersebut membuat udara terasa sangat dingin dan akibatnya banyak peserta yang mengalami hipotermi. Keadaan ini membuat tim kesehatan yang berasal dari PMI pangkalan Poltekkes Yogyakarta harus bekerja ekstra untuk menanganinya. Sesuai dengan laporan, ada 40 peserta yang mengalami sakit hingga 5 orang peserta harus dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Dari segi konsumsi, persediaan bahan makanan untuk peserta telah dipersiapkan sejak satu bulan sebelum acara berlangsung yang meliputi perencanaan dan pemesanan bahan makanan kepada rekanan karena pada kegiatan kemah bakti ini peserta diagendakan untuk mengolah sendiri bahan makanan yang telah disediakan oleh panitia. Akan tetapi karena faktor cuaca saat pelaksanaan kegiatan maka kenyataan dilapangan berbeda dengan apa yang telah diagendakan. Panitia dari bagian konsumsi yang awalnya hanya diberi tanggungjawab untuk penerimaan dan pendistribusian bahan makanan, pada akhirnya harus mendirikan dapur umum guna penyediaan makanan bagi peserta dan mengolah semua bahan makanan yang seharusnya diolah peserta menjadi makanan yang siap untuk dikonsumsi lalu dibagikan kepada seluruh peserta.

Kegiatan bertema Saka Bakti Husada Tanggap Bencana ini diakhiri dengan upacara penutupan pada hari Minggu, 25 September siang. Dari serangkaian pelaksanaan kegiatan terlihat bahwa kepanitiaan bekerja dengan sangat luar biasa. Banyak pengalaman berharga yang pasti belum pernah didapatkan sebelumnya, terutama oleh panitia. Untuk kedepannya diharapkan kepanitiaan kemah bakti kesehatan dapat bekerja dengan lebih baik lagi sehingga kegiatan pun dapat berjalan dengan lebih baik(red. UKM Jurnalistik).
Penulis : Danissa Wulan Febritasanti / P07131214009/ GIZI
Sumber gambar : Yulinda Eka Sari / P07134114040/ Analis Kesehatan