Saturday, March 18, 2017



Harus Lebih Baik daripada Tahun Lalu
PTR 2017 
(Penerimaan Tamu Racana)


Gambar 1 : saat berjalan upacara pembukaan
           PTR atau yang biasa disebut Penerimaan Tamu Racana merupakan acara wajib kepramukaan untuk menerima anggota barunya. Setiap tahun acara PTR ini dilaksanakan dan sudah menjadi acara yang wajib diikuti oleh mahasiswa baru. walaupun acara PTR 2017 ini terlambat dari yang sudah dijawalkan, acara ini termasuk sukses dengan jumlah peserta 620 orang. Suksesnya acara ini diketuai oleh seorang wanita bernama Sumaryati Hendri Safitri. “Acaranya cukup sukses, saya cukup puas dengan hasil akhirnya, meskipun sempat dibayang-bayangi oleh rasa takut, tapi alhamdulillah semuanya lancar.” ucap gadis yang akrab dipanggil Hendri ini.
 

          Acara yang sudah disiapkan sejak November 2016 ini sempat mengalami halangan termasuk halangan dalam memilih tanggal acara, yang awalnya dipilih tanggal 21 Januari 2017 akhirnya harus diundur menjadi tanggal 22 Januari 2017 ini tidak mematahkan semangat para panitia acara, namun dengan diundurnya tanggal acara membuat panitia lebih mantap dalam menyiapkan acaranya.

Gambar 2 : Pembukaan dengan adat SBH poltekkes yogyakarta
Keseluruhan dari acara ini terdiri dari mobilisasi yang dibagi menjadi 2 jalur dan setiap jalur terdapat 3 pos. Fungsi pos adalah mengasah pengetahuan setiap peserta mengenai kepramukaan. Sedangkan bagi reka yang tidak melakukan mobilisasi mendapat materi ruang di kampus pusat mengenai sejarah kepramukaan, pengetahuan SAKA dan susunan kepramukaan di Poltekkes ini.


Gambar 3 : Bpk Abidilah Mursyid saat di
wawancarain tim jurnalistik
Sebagai generasi muda masa kini, tantangan yang kita hadapi cukup banyak. Contoh tantangan dari global adalah MEA, kita harus siap bersaing dengan mereka dari luar negeri, syarat kita sudah berani bersaing adalah dengan adanya semangat, tekad, dan kualitas dari masing-masing orang. Sedangkan tantangan dari dalam negeri adalah maraknya narkoba, kenakalan remaja, tawuran. Ini semua supaya dihadapi dengan digalakkannya gerakan pramuka.

Tujuan adanya gerakan pramuka adalah untuk menciptakan generasi yang tangguh dan siap dengan kondisi apapun. Kegiatan kepramukaan ini juga tujuannya untuk mendidik orang menjadi lebih baik. Tidak hanya baik untuk diri sendiri, namun baik juga untuk orang lain.

Orang Belanda bilang negeri ini kecil, anda kalau mau hidup besar carilah tempat yang besar. Tapi anda tidak akan bisa hidup ditempat lain bila tidak berkualitas.” nasihat ringan dari Bapak Abidillah Mursyid selaku Kamabigus SBH Poltekkes Yogyakarta(Zulfi-RED. Winda-DOK).


Fotografer       : Winda Kuerni Sari   (P07131215045 / D IV Gizi)
Reviewer         : Zulfi Retnaning Utami   (P07124215040 / D IV Kebidanan)
 



Pandangan Islam Terhadap Wanita Karier, Mengubah Mind Set Wanita Harus di Rumah

Gambar 1 : Pembawa acara saat membuka
jalan nya acara
                Pada hari Selasa tanggal 14 Maret 2017 telah diadakan kajian rutin yang bertempat di Auditorium Kampus Kebidanan, kajian dimulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Kajian yang diadakan oleh HMJ Kebidanan ini menghadirkan Ustadz Niko Agung Kuncoro. Dengan tema Pandangan Islam terhadap Wanita Karier, para peserta dari prodi DIII Kebidanan tingkat 2 terlihat antusias dalam mengikuti kajian ini. Kajian kali ini diharapkan dapat mengimbangi ilmu duniawi setelah kuliah, sehingga kebutuhan rohani dapat terisi kembali, ungkap ketua jurusan Kebidanan, Dyah Noviawati Setya Arum, M.Keb.

Gamabar 2 : Para peserta saat memperhatikan
Narasumber acara
                Dalam kajian ini, dijelaskan Islam memuliakan wanita dengan cara yang berbeda yaitu dengan cara fokus mengurus dan mendidik anak di rumah saja, bukannya melarang wanita untuk tidak dapat pergi kemana-mana. Namun agar wanita tidak bekerja terlalu berat hingga mengeluarkan keringat di tempat panas tapi tetap mendapat pahala dari pekerjaan di rumah tersebut. Namun seiring perkembangan zaman, wanita dalam Islam dapat bekerja dengan izin suami dengan tidak melupakan kodrat dan perannya sebagai istri dan ibu dari anaknya, karena rezeki tidak datang hanya dari pintu suami. Hal ini diperumpamakan dengan, sebaiknya perempuan sholat di rumah, untuk menghindari adanya fitnah, berupa tindakan perampokan, pembunuhan, pemerkosaan dan yang lainnya dengan kondisi masjid yang jauh, namun sekarang masjid ataupun musholla sudah banyak di setiap tempat, banyak orang yang semakin kritis dan peduli dengan sesama, sehingga hal seperti fitnah tersebut, diharapkan tidak terjadi.
Gambar 3 : Ustadz Niko Agung Kuncoro
            saat memberikan ceramah

                 Laki-laki memang wajib mencari nafkah, tapi bukan berarti wanita tidak bisa mencari rezeki. Namun kembali lagi kepada keputusan suami, jika suami mengizinkan istri untuk bekerja maka istri memiliki kesempatan untuk mencari pengalaman bekerja dan dapat mandiri jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan seperti misal suami bangkrut, suami meninggal dan lain-lain. Na’udzubillahi min dzalik.

              Namun juga harus mempertimbangkan beberapa kriteria, kriteria yang paling penting adalah agamanya, karena kita akan menikah dengan  orang yang akan tinggal bersama satu atap dengan kita. Dan yang perlu diingat dan bikin baper, ustad Niko berpesan agar tidak memilih calon suami dengan hanya satu kriteria saja, yaitu finansial calon suami saat itu.

              Sekian kajian rutin di Kampus Kebidanan kali ini, sampai jumpa di kajian selanjutnya ya! (red-Ainun)

fotografer dan reviewer : Anindita Ainun Rahma Prishaningrum (P07124215001 / D IV Kebidanan)