Tuesday, November 29, 2016

SEMARAK SERTIJAB ORMAWA 2016


Gambar 1 ; Sambutan oleh Direktur poltekkes jogja. 
Pelantikan pengurus baru seluruh organisasi mahasiswa yang ada di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dilaksanakan pada Hari Kamis, 10 November 2016. Acara pelantikan tersebut berlangsung di Auditorium Graha Bina Husada atau yang dikenal sebagai audit baru. Seluruh mahasiswa dan mahasiswi yang tergabung dalam organisasi mahasiswa baik Badan Legislatif Mahasiswa (BLM),  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM),  Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) menghadiri acara tersebut dengan mengenakan kemeja putih yang dipadukan rok atau celana berwarna  hitam dan dibalut dengan jas almamater. Pada kesempatan tersebut tidak hanya dilakukan pelantikan pengurus baru saja tetapi juga serah terima jabatan dari pengurus organisasi mahasiswa periode sebelumnya kepada pengurus periode baru.

Gambar 2 ; Proses pengambilan sumpah ormawa 2016. 
Kurang lebih pukul satu siang acara pelantikan organisasi mahasiswa periode 2017 itu dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Poltekkes, dan Hymne Poltekkes oleh seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan sambutan oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yaitu Bapak Abidillah Mursyid, SKM, MS. Dalam sambutannya, beliau memberikan pengarahan mengenai kepemimpinan. Beliau juga mengungkapkan harapannya kepada para pengurus organisasi mahasiswa yang baru untuk meningkatkan kinerja mereka agar organisasi yang ada di Poltekkes dapat bekerja lebih baik daripada periode sebelumnya.
Gambar 3 ; Foto bersama seluruh ormawa. 


Setelah pemberian sambutan oleh direktur, acara dilanjutkan dengan sebuah upacara serah terima kepengurusan yang dibarengi dengan pelantikan pengurus organisasi mahasiswa periode baru. Seluruh mahasiswa yang baru saja dilantik menjadi pengurus organisasi mahasiswa tersebut lalu berfoto bersama direktur dan jajaran pembantu direktur. Sesi foto bersama tersebut berlangsung selama kurang lebih 30 menit dan kemudian dilanjutkan dengan penutupan acara pada pukul tiga sore(red_mega).



Sunday, November 20, 2016

THE 3 INTERNATIONAL CONFERENCE ON HEALTH SCIENCE

“Optimizing the Mental Health Under SDGs”

gambar 1 ; persembahan tari nuantara dari ukm tari 
Minggu 06 november 2016, pagi-pagi sekali para panitia riuh mempersiapkan megahnya acara tahunan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yang berbasis Internasional untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN). THE 3 INTERNATIONAL CONFERENCE ON HEALTH SCIENCE “Optimizing the Mental Health Under SDGs” merupakan bagian tanggung jawab dari perwujudan salah satu Visi Poltekkes yaitu “Menjadi Inatitusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Rujukan di Tingkat Nasional” acara ini diselenggarakan di Inna Garuda Hotel yang dihadiri oleh 300 peserta dari berbagai wilayah Nusantara. Acara ini dibuka dengan persembahan Tari Nusantara dari UKM Tari Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dan selanjutnya dibuka oleh direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta bapak Abidilah Mursyid, SKM,MS dengan pemukulan gong. Pembicara yang  didatangkan dari luar Negeri, salah satunya Vilipina dan Brunei Darussalam menyajikan materi  yang sangat luar biasa dan diikuti antusias peserta dengan keaktifan peserta untuk menggali ilmu dari para pakar kesehatan mental. 


gambar 2 ; berlangsung nya acara seminar 
International Conference yang ke-3 ini mengangkat tema “Optimizing the Mental Health Under SDGs” dikarenakan pentingnya kesehatan mental yang selama ini kurang diperhatikan oleh petugas kesehatan. Disadari bahwa setiap individu mempunyai kadar stress yang berbeda-beda, oleh karena itu petugas kesehatan mampu mengatasi masalah kesehatan tidak hanya dibidang fisik namu juga mampu mengatasi permasalahan mental. International Conference memiliki banyak manfaat baik untuk Dosen maupun Mahasiswa, Diantaranya yaitu saling bertukar ilmu untuk mengembangkan taraf kesehatan di Indonesia.

Ketua Panitia International Conference yang ke-3 ini yang tidak lain adalah Ibu Pembantu Direktur III Poltekkes Kemenkes Yogyakarta menyatakan harapannya kepada mahasiswa Poltekkes Kemenkes Yogyakarta agar mahasiswa lebih mendalami bahasa inggris untuk menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), dan juga mahasiswa tidak hanya ahli dalam mengatasi persoalan fisik namun juga memperhatikan kesehatan mental bagi setiap klien, dan agar mahasiswa memiliki wawasan yang lebih luas tidak hanya dari Dalam Negeri namun juga dari Luar Negeri(red_jurnal).

 

Sunday, October 2, 2016

Bukan Sekedar Tema,Tahun ini Kebak SBH Melatih Benar Benar Siaga dan Tanggap pada Bencana

Kemah Bakti Kesehatan merupakan sebuah kegiatan rutin tahunan di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yang diselenggarakan oleh dewan racana Haryo Purboyo & Nyi Ageng Serang pangkalan Poltekkes Yogyakarta yang dikenal sebagai UKM SBH (Saka Bakti Husada). Kegiatan ini bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa yang menempuh pendidikan di Potekkes Kemenkes Yogyakarta minimal 1x hingga berstatus lulus dalam kegiatan SBH ini. Kemah Bakti Kesehatan atau yang biasa disebut ‘Kebak’ ini merupakan evaluasi dari kegiatan kepramukaan dan kesakaan yang telah dilaksanakan pada latihan rutin selama beberapa bulan sebelumnya. Kegiatan kepramukaan yang dimaksud meliputi satyadharma pramuka, survival, PBB (Pelatihan Baris-Berbaris), PPGD (Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat), dan masih banyak lagi. Sedangkan kegiatan kesakaan adalah kegiatan yang dilaksanakan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dalam bidang ilmu kesehatan mengingat saka atau satuan karya pramuka yang ada di Poltekkes adalah Saka Bhakti Husada, salah satu kesakaan dalam bidang ilmu kesehatan. Kegiatan kesakaan meliputi enam bidang dalam saka bhakti husada yang diajarkan dan memuat seluruh jurusan di Poltekkes, seperti krida bina obat, krida bina gizi, krida bina kesehatan lingkungan, dan lain-lain.

Kegiatan kemah bakti kesehatan (kebak) tahun 2016 dilaksanakan di Buper Huntap Gondang 2 Ngepringan, Wukirsari, Cangkringan, Sleman pada tanggal 23 hingga 25 September 2016. Waktu pelaksanaan kebak di tahun ini cukup  berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasa dilaksanakan pada Bulan Agustus. Hal tersebut dikarenakan pada bulan Agustus 2016 agenda kegiatan kemahasiswaan sudah cukup padat.

Konsep dari kegiatan kemah bakti kesehatan yang dilaksanakan oleh dewan racana pangkalan Poltekkes Yogyakarta tahun 2016 ini mengikuti konsep Kemnas Kesehatan (Kemah Nasional Kesehatan) dan mengambil tema Saka Bhakti Husada Tanggap Bencana. Dalam penyelenggaraan kegiatan, kepanitiaan tidak hanya dari mahasiswa yang tergabung dalam dewan racana saja, tetapi juga melibatkan mahasiswa dari berbagai organisasi mahasiswa dan unit kegiatan mahasiswa yang ada di Poltekkes sehingga jumlah kepanitiaan mencapai 60 mahasiswa.

Kegiatan kemah bakti kesehatan tahun 2016 diikuti oleh 613 mahasiswa sebagai peserta yang terbagi menjadi 7 reka putra dan 67 reka putri. Dimulai dengan upacara pembukaan di halaman kampus terpadu Poltekkes Yogyakarta kemudian dilanjutkan dengan pemberangkatan peserta ke lokasi perkemahan. Sesampainya di lokasi perkemahan, peserta langsung mendirikan tenda dan dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan lain sesuai rundown acara. Kendala yang dialami ketika peserta mendirikan tenda adalah turunnya hujan yang disertai angin cukup kencang sehingga memaksa mereka mendirikan tenda sambil berhujan-hujanan. Malam hari setelah tenda-tenda berhasil didirikan oleh para peserta, kegiatan dilanjutkan dengan jelajah malam melewati hutan yang gelap dengan jalan yang berbatu dan masih becek setelah terguyur hujan disore hari.

Esoknya dengan cuaca cerah bersahaja, para peserta memulai kegiatan dengan senam pagi yang dilanjutkan dengan lomba hasta karya dan lomba PPGD. Selain itu juga ada kegiatan penyampaian materi PPGD dan BPBD. Menginjak siang hari cuaca mulai kurang bersahabat karena turun hujan disertai angin yang cukup kencang dan berlangsung hingga malam hari. Akibatnya beberapa kegiatan yang seharusnya berlangsung seperti lomba yel-yel, pioneering, persiapan api dharma, dan bakti masyarakat terpaksa dibatalkan.

Hujan yang tak henti-henti hingga malam hari tersebut membuat udara terasa sangat dingin dan akibatnya banyak peserta yang mengalami hipotermi. Keadaan ini membuat tim kesehatan yang berasal dari PMI pangkalan Poltekkes Yogyakarta harus bekerja ekstra untuk menanganinya. Sesuai dengan laporan, ada 40 peserta yang mengalami sakit hingga 5 orang peserta harus dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Dari segi konsumsi, persediaan bahan makanan untuk peserta telah dipersiapkan sejak satu bulan sebelum acara berlangsung yang meliputi perencanaan dan pemesanan bahan makanan kepada rekanan karena pada kegiatan kemah bakti ini peserta diagendakan untuk mengolah sendiri bahan makanan yang telah disediakan oleh panitia. Akan tetapi karena faktor cuaca saat pelaksanaan kegiatan maka kenyataan dilapangan berbeda dengan apa yang telah diagendakan. Panitia dari bagian konsumsi yang awalnya hanya diberi tanggungjawab untuk penerimaan dan pendistribusian bahan makanan, pada akhirnya harus mendirikan dapur umum guna penyediaan makanan bagi peserta dan mengolah semua bahan makanan yang seharusnya diolah peserta menjadi makanan yang siap untuk dikonsumsi lalu dibagikan kepada seluruh peserta.

Kegiatan bertema Saka Bakti Husada Tanggap Bencana ini diakhiri dengan upacara penutupan pada hari Minggu, 25 September siang. Dari serangkaian pelaksanaan kegiatan terlihat bahwa kepanitiaan bekerja dengan sangat luar biasa. Banyak pengalaman berharga yang pasti belum pernah didapatkan sebelumnya, terutama oleh panitia. Untuk kedepannya diharapkan kepanitiaan kemah bakti kesehatan dapat bekerja dengan lebih baik lagi sehingga kegiatan pun dapat berjalan dengan lebih baik(red. UKM Jurnalistik).
Penulis : Danissa Wulan Febritasanti / P07131214009/ GIZI
Sumber gambar : Yulinda Eka Sari / P07134114040/ Analis Kesehatan 

Monday, September 19, 2016

Sup Kentang “Menyingkap Hikmah dalam Indahnya Berqurban”

Sore yang agak mendung tepatnya pada hari Kamis 15 September 2016, diadakan kajian Sup Kentang dengan kepanjangan Setiap Dua Pekan Kajian En training. Acara Sup Kentang yang diadakan oleh Unit Kerja Mahasiswa SKI (Sentra Kerohanian Islam) At-Taqwa Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yang dihadiri oleh para mahasiswa Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Kajian Sup Kentang diadakan setiap dua pekan sekali dengan kajian tema yang berbeda-beda dan bertempat di Masjid Al-Mubarak kampus pusat Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Judul kajian kali ini adalah “Menyingkap Hikmah dalam Indahnya Berqurban”.

Kajian yang diselenggarakan oleh Unit Kerja Mahasiswa SKI At-Taqwa ditujukan untuk umum, sehingga tidak tertutup untuk mahasiswa yang ikut UKM SKI At-Taqwa saja. Tetapi kebanyakan mahasiswa yang hadir pada kajian tersebut yang bertempat di kampus pusat Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yaitu jurusan Keperawatan, Gizi, dan Kesehatan Lingkungan. Waktu menunjukkan pukul 16.00 WIB dan peserta Sup Kentang pun telah memasuki Masjid Al-Mubarak dengan pertanda kajian Sup Kentang pun akan segera di mulai.

Pukul 16.15 WIB kajian Sup Kentang dimulai dengan dibacakannya serangkaian acara yang dibacakan oleh panitia. Sesi pertama dari kajian Sup Kentang ini adalah pembukaan yang dibuka oleh panitia. Sesi yang kedua adalah pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan terjemahnya. Sesi yang ketiga adalah acara inti serta tanya jawab. Pada sesi inti yang diisi oleh Ustadz Nizam Zulfikar menyampaikan materi dengan judul Menyingkap Hikmah dalam Indahnya Berqurban. Memingat tanggal 16 September masih tanggal 13 Dzulhijah. Pada inti acara tersebut Ustadz Nizam Zulfikar menerangkan tentang pelaksanaan qurban, tata cara qurban, pemilihan hewan qurban, dan yang terkait dengan qurban. Ustadz Nizam Zulfikar yang sangat komunikatif dengan peserta dalam menyampaikan materi kajain. Setelah Ustadz Nizam Zulfikar menyampaikan kajian tersebut terdapat sesi tanya jawab diberikan kesempatan bagi para peserta untuk menanyakan sesuatu kepada penyaji, dalam sesi ini ada 3 orang dari rekan-rekan mahasiswa yang bertanya terkait dengan kajiaan yang dibahas. Dan sesi selanjutnya adalah penutup, karena waktu telah menunjukkan 17.30 WIB.



Kajian Sup Kentang ini menarik, “Kajian Sup Kentang menarik dengan tema yang menarik juga, dan kajian ini sangat bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan kita”  ucap gadis yang memakai kerudung berwarna coklat dari Jurusan Gizi. “Semoga peserta kajian Sup Kentang bertambah banyak” ujar Wahyu selaku panitia kajian dari Jurusan Kesehatan Lingkungan. Sekian dan terimakasih J (Red.Jurnalistik Emirra).
KEMERIAHAN INAGURASI ‘‘THINKING OUT OF THE BOX”

                   Tahun ke tahun, pada setiap penghujung puncak acara PPSM Poltekkes diadakan kegiatan malam acara inagurasi. Malam inagurasi ini bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa baru pada kegiatan kampus. Dalam acara inagurasi ini setiap jurusan akan mewakilkan anggota mereka untuk menampilkan sesuatu sebagai bentuk pengisi acara. Selain penampilan dari berbagai jurusan, beberapa band local dari gabungan mahasiswa Poltekkes dari berbagai jurusan pun ikut andil dalam mengisi acara inagurasi, seperti band ABG 3K yang beranggotakan perwakilan dari seluruh jurusan yang ada dilingkunga kampus. Tak kalah menarik, masih ada penampilan-penampilan UKM seperti Taekwondo yang mempertunjukkan kelihaian mereka dalam berlatih dan bersilat, masih ada lagi penampilan dari UKM Tari yang menampilkan pertunjukan menarik yaitu tarian dari gabungan 3 budaya, yaitu budaya Jawa, Dayak, dan Papua, sudah terbayangkan bagaimana indahnya lenggak-lenggok penari dari UKM Tari ini. Selain itu, penampilan dari UKM Teater tak kalah mengesankan, dimana penampilan UKM Teater ini adalah penampilan perdana mereka karena UKM ini baru dibentuk tahun 2015 yang lalu. Disini, UKM Teater mengusung tema Surealisasi, dimana mimic muka sangat menonjol disini dan penampilan tanpa menggunakan dialog.

Dengan adanya penampilan dari mahasiswa dan UKM ini, lantas mahasiswa baru tidak diberi kesempatan tampil namun mereka ditugaskan untuk menyiapkan pasangan fashion show dari masing-masing jurusan. Setiap jurusan menampilan tema yang berbeda-beda, semua terlihat bagus dan menarik. Namun, sayangnya pada fashionshow kali ini tidak ada pemenang untuk kategori fashion show, acara fashionshow hanya untuk penampilan saja. 

Pada penghujung acara, diadakan pemilihan King dan Queen Inagurasi yang dipilih langsung oleh King dan Queen Inagurasi tahun 2015 yaitu Doni dari jurusan Analis Kesehatan dan Silvia dari jurusan Keperawatan, King Inagurasi pada tahun 2016 jatuh kepada Risko dari jurusan Keperawatan dan Queen Inagurasi tahun 2106 jatuh pada jurusan Keperawatan Gigi. (red_Jurnalisitk Maulisna Mumpuni).