Wednesday, November 10, 2010

PENGUNGSI YANG BERDAYA, PENGUNGSI YANG BAHAGIA

Direktur Poltekkes Kemenkes Ykt saat melakukan peninjauan di ruangan musholla asrama dosen tempat pelaksanaan sekolah darurat bagi anak2 pengungsi Merapi.

Hari ini Rabu, 10 Nov 2010, jam 8 sesuai rembugan/pembicaraan pd malam sebelumnya antara Koordinator Posko Pengungsian Poltekkes Kemenkes Ykt dgn para pengungsi, disepakati akan mulai diadakan sekolah darurat utk anak2 pengungsi. Tempat yg digunakan sbg sekolah darurat adalah di Ruang Musholla asrama dosen (untuk siswa SD), dan di aula Asrama Mhs I (untuk anak2 TK). Bertindak sbg guru TK dan SD adalah Ibu2 guru TK dan SD yg berasal dari pengungsi sendiri. Kebetulan diantara para pengungsi yg ada di Auditorium Graha Bina Husada terdapat 1 orang Ibu Guru TK dan 2 orang Ibu Guru SD.

Direktur menyerahkan paket buku dan alat tulis kepada siswa kelas SD di Sekolah Darurat.

Siswa Sekolah Darurat sedang mengerjakan soal Matematika di white board.

Hal ini sbg penerapan prinsip pemberdayaan masyarakat terhadap warga masyarakat di lokasi pengungsian. Prinsip tsb adalah berbunyi "Dari Pengungsi, Untuk Pengungsi" serta "Bekerja bersama Pengungsi".

Prinsip ini mulai disosialisasikan oleh Direktur Poltekkes Ykt sejak hari I kedatangan para pengungsi di Auditorium Graha Bina Husada pada hari Minggu, 7 Nov 2010. Bentuk kegiatan pemberdayaan yg telah diterapkan yaitu:
  • Ibu2 pengungsi membantu menyiapkan dan menyediakan makanan di Dapur Umum,
  • Bpk2 pengungsi membentuk siskamling membantu satpam Poltekkes Ykt,
  • Pemuda-pemudinya membantu petugas cleaning service menjaga kebersihan lingk,
  • Menetapkan seorang Ketua pengungsi yg berperan serta membantu mendistribusikan bantuan yg ada utk warga pengungsi lainnya.
  • dan kegiatan pemberdayaan lainnya, seperti: Pelatihan Bank Sampah (oleh Jurs. Kes. Lingkungan), Pelatihan memandikan bayi (oleh Jurs. Kebidanan), tumbuh kembang balita (oleh Jurs. Keperawatann), sikat gigi massal (J.KG), dll.
Mungkin kegiatan pemberdayaan seperti ini baru ada/baru berjalan di Posko Pengungsian Poltekkes Ykt. Kiranya prinsip pemberdayaan seperti inilah yg perlu diterapkan pula di lokasi2 barak pengungsian lainnya. Hal ini akan sangat membantu meringankan beban tugas bagi petugas/masyarakat sekitar di lokasi Posko pengungsian tsb.

Sesungguhnya para pengungsi itu tidak semuanya lemah, tak berdaya. Diantara mereka juga ada para guru, karyawan/PNS, TNI/Polri, dll yg justru akan tidak berbahagia jika dianggap tidak berdaya/ tidak diberi peran/dilibatkan bekerja untuk dirinya & masyarakatnya.

No comments:

Post a Comment