Sunday, November 14, 2010

TRAUMA HEALING, HADIRKAN HEPI DI HATI PENGUNGSI MERAPI

Dalam setiap peristiwa bencana/musibah, slalu menyisakan berbagai bentuk trauma bagi yg mengalaminya. Pasca letusan Merapi pada Jumat (5/11), tidak hanya menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga meninggalkan trauma yang luar biasa, terutama pada anak-anak.

Dalam penanganan Bencana erupsi Merapi yang diperlukan bukan hanya makanan. Saat ini dibutuhkan juga bantuan untuk pemulihan trauma bagi anak-anak kecil dan bantuan kesehatan untuk warga masyarakat pengungsi.

Penanganan trauma anak biasanya memerlukan metode-metode khusus sesuai perkembangan kepribadian anak dan tingkat traumatisnya. Anak yang sudah sekolah, biasanya mudah melupakan traumanya melalui berbagai permainan olah fisik, memancing pemikiran-pemikiran sederhana, metode ‘bermain’ seperti metode tebak-tebakan, sulap, dan olah kreasi dari bahan sekitar.

Bantuan yg berupa alat2/sarana bermain pun saat ini menjadi sebuah kebutuhan di posko2 pengungsian. Di posko pengungsian Auditorium Baru Poltekkes Ykt (Graha Bina Husada) juga telah tersedia sejumlah alat2/sarana bermain, tak hanya utk anak2 namun juga utk orang dewasa. Lapangan voly, tenis meja/pingpong, permainan kartu, papan catur, sepeda anak2, balon tiup, kelereng, buku menggambar, bola sepak, raket & cock badminton, termasuk juga buku2 bacaan/buku cerita, Al Qur'an, buku Yasinan, dll. Alat2 tsb ada yg berasal dari bantuan para donatur, ada juga yg berasal dari sumbangan/pinjaman warga Asrama Mhs dan Asrama Dosen Poltekkes Ykt.

Anak2 pengungsi Merapi tampak asyik bermain2 dgn Nana (mhswi Jurs. Gizi Poltekkes Ykt)

Relawan dari LSM HOPE WorldWide & mhs Poltekkes Ykt sedang melaksanakan kegiatan trauma healing bermain, bernyanyi, dan menari terhadap siswa SD di ruang kelas darurat.

Kegiatan Trauma Healing (penyembuhan dari rasa traumatik) terhadap pengungsi di Auditorium Graha Bina Husada Poltekkes Ykt disamping dilakukan oleh para mhs dan dosen Poltekkes Ykt sendiri juga dibantu oleh para relawan lain, seperti dari Mhs Poltek Pos Bandung, LSM HOPE WorldWide, dll. Anak pengungsi Merapi pun tampak senang dengan kegiatan Trauma Healing yg diberikan tsb.

Kegiatan Trauma Healing yg juga patut diusahakan ada pada setiap barak2 pengungsian, termasuk pengungsian di Graha Bina Husada adalah kegiatan pengajian, membaca Al Qur'an bersama /yasinan, zikir dan doa bersama para pengungsi. Hal ini karena mayoritas pengungsi yg ada di Auditorium Baru Poltekkes Ykt adalah beragama Islam, dan taat beribadah sholat, sehingga dengan kegiatan tsb tak hanya akan menyembuhkan traumatik yg ada, namun juga dpt smakin menenangkan hati, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan mereka kpd Allah SWT, Zat yg Maha Kuasa terhadap semua mahluk-Nya (manusia, Gunung Merapi, dll), Zat yg menghadirkan dan mencabut segala marabahaya dan bencana yg datang dari langit maupun dari bumi...

Ayo lakukan Trauma Healing ! Baik yg bersifat jasmani maupun rohani....



Referensi:

  1. http://esq-news.com/berita-alumni/2010/11/14/trauma-healing-bagi-korban-merapi.html
  2. http://www.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=9457
  3. http://seruu.com/nasional/pemerintah-siapkan-program-trauma-healing-bagi-korban-merapi/itemid-691

No comments:

Post a Comment