Monday, November 15, 2010

KAMPANYE KEBERSIHAN BARAK PENGUNGSIAN

Barak pengungsian memang bukan tempat yg ideal layaknya rumah yg semula ditempati para pengungsi Merapi. Namun demikian bukan berarti bahwa Barak pengungsian layak dibiarkan kotor, berdebu, kumuh, penuh sampah berserakan, aroma tinja, urine dan sampah membusuk dimana2.

Mengingat pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan di lokasi pengungsian dlm mencegah berkembangbiaknya penyakit dan timbulnya masalah kesehatan, Pemda Kab.
Sleman dan Pemda Prop. DIY, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berinisiatif menyelenggarakan Kampanye Kebersihan Posko Pengungsian yg melibatkan tidak hanya pengelola/penanggungjawab posko pengungsian dan para relawan, namun juga yg lebih penting adalah melibatkan warga masyarakat pengungsi itu sendiri.

Inisiatif penyelenggaraan Kampanye Kebersihan Posko Pengungsian ini setelah sejumlah pihak, baik dari lembaga pemerintah maupun non pemerintah (individu, organisasi masyarakat/ LSM) melihat dan mendapatkan informasi tentang kesuksesan Poltekkes Kemenkes Ykt dlm penerapan prinsip pemberdayaan masyarakat pengungsi dgn slogan "Dari, Oleh & Bekerja untuk pengungsi". (Posting ttg hal ini dpt dibaca DISINI). Pengakuan ini juga disampaikan langsung oleh 2 orang Anggota DPR RI dari Komisi 8 yaitu Gondo Radityo Gambiro dan Manuel Kaisiepo serta Khairal Habiba (wartawan Pelita) saat melakukan kunjungan ke Barak Pengungsian di Auditorium Graha Bina Husada Poltekkes Kemenkes Ykt pada hari Kamis, 11 Nov 2010 pukul 16-17 WIB.

Atas dasar itulah kemudian sejumlah pihak yg berwenang tertarik untuk mengadopsi sistem pengelolaan kebersihan di barak pengungsian yg ada di Audit Baru Poltekkes Kemenkes Ykt/Graha Bina Husada tsb utk diterapkan pula di berbagai lokasi barak pengungsian Merapi lainnya yg tersebar luas di sejumlah tempat mulai dari sekolah, kantor2, balai desa/kecamatan, gedung2 pertemuan/stadion, dll.

Maka pada hari Senin, 15 Nov 2010, pukul 09.30 WIB - selesai civitas Poltekkes Kemenkes Ykt dan para relawan Merapi dari berbagai posko pengungsian diundang oleh BNPB dalam acara Kampanye Kebersihan Barak Pengungsian. Kegiatan ini dipusatkan di Barak Pengungsian Balai Pemuda dan Olah Raga Pemprov DIY (Youth Center) yg ada di Kab. Sleman. Pemilihan lokasi ini karena menurut penilaian oleh berbagai pihak, lokasi ini merupakan barak pengungsian yg paling kumuh/kotor.

Di tempat itu sebelumnya terdapat pengungsi sebanyak 3.000 jiwa, namun sekarang tinggal 1.997 jiwa karena banyak yang berpindah-pindah ke tempat saudara atau kembali ke rumah masing-masing.

Kegiatan ini melibatkan Dinas Kesehatan Prov DIY, relawan, TNI, Polri, mahasiswa dan pengungsi. Seluruhnya gotong royong membersihkan lingkungan melalui kegiatan memungut sampah, mengepel lantai, dan membersihkan saluran air.

Pada acara ini juga diserahkan secara simbolik alat2/sarana kebersihan seperti sapu lidi, polybag, tong sampah, serok dll utk masing2 barak pengungsian sumbangan dari Dompet Kemanusiaan Media Group Metro TV. Kegiatan ini juga diliput oleh sejumlah stasiun TV, termasuk Metro TV. Artikel ttg kegiatan ini dpt dibaca di website www.mediaindonesia.com atau dapat diklik DISINI.

Mari menjaga kebersihan dan Kesehatan Lingkungan Barak Pengungsi. Terapkan prinsip "Dari pengungsi, Oleh pengungsi & Bekerja untuk pengungsi".

No comments:

Post a Comment