Monday, May 9, 2016

Hangatnya Secangkir Teh Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

“Kritik disampaikan bukan untuk terjadi permusuhan. Kritik sebagai sarana memperbaiki diri. Bagaimana berlatih untuk berpikir  menerima pikiran oranglain dan ingat berbeda bukan berarti bermusuhan. Karena negara kita negara Bhineka Tunggal Ika. Kemajemukan pasti ada” kata kata mutiara penuh nasihat yang dituturkan dengan semangat serta senyuman hangat dari bapak Abidilah Mursyid selaku Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta sebagai penghantar acara secangkir teh 1. Untuk mahasiswa PoltekkesKemenkes Yogyakarta  pasti tidak awam dengan acara Secangkir  Teh yang diperkasai oleh BLM (Badan legislatif mahasiswa) acara ini bukan berarti pesta minum teh bersama direktur  melainkan forum dimana penilaian mahasiswa  mengenai kampus dan jurusan  diaspirasikan. Dimulai dari penilaian dari jurusan AnalisKesehatan, KeperawatanGigi, Keperawatan, Kesehatan Lingkungan, Kebidanan dan Gizi. Aspirasi dari ke 6 jurusan mengingikan sarana dan prasarana yang ada untuk diperbaiki dan ditingkatkan lagi terutama sarana untuk penyaluran bakatdan minat para mahasiswa khususnya di bidang olahraga, karena banyak mahasiswa yang memiliki bakat dan minat dalam bidang olahraga tetapi tidak dapat menyalurkan bakat tersebut karena terkendala dengan fasilitas. Selain itu fasilitas yang ada dalam ruang kelas juga tidak mendukung PBM karena LCD yang rusak, suasana kelas panas karena AC yang tidak dapat berfungsi dengan baik tidak bias mendukung PBM yang optimal.
            Sebagai kampus kesehatan seharusnya sudah tidak ada lagi masalah rokok yang terjadi di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, namun sebaliknya masih banyak dosen atau pegawai yang merokok di lingkungan kampus dan mengganggu aktivitas karena asap yang di keluarkan. Tulisan “Kawasan Bebas Asap Rokok” yang selama ini berada di kampus hanya dijadikan sebagai aksesoris dan tidak ada artinya karena banyak yang tidak mengindahkan tulisan tersebut dan seolah-olah tidak peduli. Tulisan tersebut dibuat supaya kampus Poltekkes Kemenkes Yogyakarta ini bebas dari polusi asap rokok, namun yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Solusi yang dilakukan dengan Pencanangan Kampus Bebas Asap Rokok harus dilaksanakan dengan baik untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan permasalahan tentang rokok yang masih terjadi di kampus ini.
            Untuk menyelesaikan semua permasalahan tersebut maka pihak kampus akan melakukan peningkatan dalam hal fasilitas untuk menunjang PBM, mengembangkan konsep kampus terpadu, dan menjadikan kampus Poltekkes bebas asap rokok. Dengan adanya program Secangkir Teh setiap tahunnya diharapkan dapat digunakan sebagai tempat diskusi dan menyampaikan aspirasi untuk kemajuan kampus Poltekkes Kemenkes Yogyakarta sesuai dengan visi misi yang telah ada.


No comments:

Post a Comment