Monday, August 8, 2016

Ardika Noviyawan Putra Poltekkes yang Melebarkan Sayap

Sebagai Dimas Bantul 2016

Ardika Noviyawan, Putra Poltekkes Kemenkes Yogyakarta 2016 menjadi salah satu finalis dalam ajang pemilihan Dimas & Diajeng Bantul 2016 dengan nomor urut 07. Seperti halnya mitos mengatakan bahwa 7 adalah angka keberuntunggan begitu pula angka ini membawa pertanda keberuntungan untuknya. Dalam grand final pemilihan Dimas & Diajeng Bantul di Gedung Serbaguna ISI Yogyakarta, Sabtu malam (06/08/2016), laki-laki 19 tahun ini berhasil menyandang status sebagai Dimas Bantul 2016. Di awali dengan misi khusus sebagai putra Poltekkes 2016 yaitu membawa nama kampus kebanggaanya untuk lebih dikenal oleh masyarakat serta di ikuti dengan keinginan untuk membanggakan orangtua menjadi sebuah motivasi besar yang membawanya dalam kemenangan. 
Tidak berarti setelah mahasiswa kesehatan lingkungan yang akrab di panggil Dika menduduki tahtanya, lantas duduk manis dalam perayaan akan dirinya.  akantetapi dia memulai pemikirannya untuk melanjutkan langkah emas. "Langkah kedepan saya adalah meneruskan estafet kepengurusan Ikatan Duta Wisata Bantul dan menjalani tugas sebagai duta wisata, serta membuat inovasi program dalam rangka meningkatkan promosi wisata di Bantul” ungkap Dika.

Menurut laki-laki yang berdomisili di Baran, Srigading, Sanden, Bantul ini, seleksi yang dilakukan dari bulan Februari – Agustus meninggalkan kesan untuknya. “Saya merasa bangga dapat bertemu dengan para finalis yang hebat,” tutur laki-laki yang hobi merawat ikan hias ini. Seleksi terdiri atas berbagai macam program kegiatan, seperti kegiatan pembekalan, outbound, fieldtrip, fieldprogram, dan dilanjutkan dengan proses karantina di desa wisata tembi tepatnya di Omah Tembi selama 2 hari. Selain beberapa kegiatan tersebut, dilaksanakan pula malam unjuk bakat pada tanggal 27 Juli 2016 bertempat di Aitacaffe. “Karantina pada dasarnya merupakan kegiatan pembekalan, sharingtime, serta citytour” ucapnya.
Putra kedua dari dua bersaudara ini juga meceritakan tentang suka duka menjadi finalis Dimas & Diajeng Bantul, “Yang pasti harus membagi waktu antara kuliah dan seleksi, bahkan sakit karena terlalu padat kegiatan perkuliahan dan seleksi” kata Dimas Bantul 2016 ini. Tentunya kemenangan dalam pemilihan Dimas Diajeng Bantul yang dianggap dika sebagai ajang untuk menggembangkan diri ini merupakan kebanggaan untuk seluruh civitas akademika Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. (red.Jurnal_Yudita) 

No comments:

Post a Comment