Sunday, October 2, 2016

Bukan Sekedar Tema,Tahun ini Kebak SBH Melatih Benar Benar Siaga dan Tanggap pada Bencana

Kemah Bakti Kesehatan merupakan sebuah kegiatan rutin tahunan di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yang diselenggarakan oleh dewan racana Haryo Purboyo & Nyi Ageng Serang pangkalan Poltekkes Yogyakarta yang dikenal sebagai UKM SBH (Saka Bakti Husada). Kegiatan ini bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa yang menempuh pendidikan di Potekkes Kemenkes Yogyakarta minimal 1x hingga berstatus lulus dalam kegiatan SBH ini. Kemah Bakti Kesehatan atau yang biasa disebut ‘Kebak’ ini merupakan evaluasi dari kegiatan kepramukaan dan kesakaan yang telah dilaksanakan pada latihan rutin selama beberapa bulan sebelumnya. Kegiatan kepramukaan yang dimaksud meliputi satyadharma pramuka, survival, PBB (Pelatihan Baris-Berbaris), PPGD (Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat), dan masih banyak lagi. Sedangkan kegiatan kesakaan adalah kegiatan yang dilaksanakan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dalam bidang ilmu kesehatan mengingat saka atau satuan karya pramuka yang ada di Poltekkes adalah Saka Bhakti Husada, salah satu kesakaan dalam bidang ilmu kesehatan. Kegiatan kesakaan meliputi enam bidang dalam saka bhakti husada yang diajarkan dan memuat seluruh jurusan di Poltekkes, seperti krida bina obat, krida bina gizi, krida bina kesehatan lingkungan, dan lain-lain.

Kegiatan kemah bakti kesehatan (kebak) tahun 2016 dilaksanakan di Buper Huntap Gondang 2 Ngepringan, Wukirsari, Cangkringan, Sleman pada tanggal 23 hingga 25 September 2016. Waktu pelaksanaan kebak di tahun ini cukup  berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasa dilaksanakan pada Bulan Agustus. Hal tersebut dikarenakan pada bulan Agustus 2016 agenda kegiatan kemahasiswaan sudah cukup padat.

Konsep dari kegiatan kemah bakti kesehatan yang dilaksanakan oleh dewan racana pangkalan Poltekkes Yogyakarta tahun 2016 ini mengikuti konsep Kemnas Kesehatan (Kemah Nasional Kesehatan) dan mengambil tema Saka Bhakti Husada Tanggap Bencana. Dalam penyelenggaraan kegiatan, kepanitiaan tidak hanya dari mahasiswa yang tergabung dalam dewan racana saja, tetapi juga melibatkan mahasiswa dari berbagai organisasi mahasiswa dan unit kegiatan mahasiswa yang ada di Poltekkes sehingga jumlah kepanitiaan mencapai 60 mahasiswa.

Kegiatan kemah bakti kesehatan tahun 2016 diikuti oleh 613 mahasiswa sebagai peserta yang terbagi menjadi 7 reka putra dan 67 reka putri. Dimulai dengan upacara pembukaan di halaman kampus terpadu Poltekkes Yogyakarta kemudian dilanjutkan dengan pemberangkatan peserta ke lokasi perkemahan. Sesampainya di lokasi perkemahan, peserta langsung mendirikan tenda dan dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan lain sesuai rundown acara. Kendala yang dialami ketika peserta mendirikan tenda adalah turunnya hujan yang disertai angin cukup kencang sehingga memaksa mereka mendirikan tenda sambil berhujan-hujanan. Malam hari setelah tenda-tenda berhasil didirikan oleh para peserta, kegiatan dilanjutkan dengan jelajah malam melewati hutan yang gelap dengan jalan yang berbatu dan masih becek setelah terguyur hujan disore hari.

Esoknya dengan cuaca cerah bersahaja, para peserta memulai kegiatan dengan senam pagi yang dilanjutkan dengan lomba hasta karya dan lomba PPGD. Selain itu juga ada kegiatan penyampaian materi PPGD dan BPBD. Menginjak siang hari cuaca mulai kurang bersahabat karena turun hujan disertai angin yang cukup kencang dan berlangsung hingga malam hari. Akibatnya beberapa kegiatan yang seharusnya berlangsung seperti lomba yel-yel, pioneering, persiapan api dharma, dan bakti masyarakat terpaksa dibatalkan.

Hujan yang tak henti-henti hingga malam hari tersebut membuat udara terasa sangat dingin dan akibatnya banyak peserta yang mengalami hipotermi. Keadaan ini membuat tim kesehatan yang berasal dari PMI pangkalan Poltekkes Yogyakarta harus bekerja ekstra untuk menanganinya. Sesuai dengan laporan, ada 40 peserta yang mengalami sakit hingga 5 orang peserta harus dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Dari segi konsumsi, persediaan bahan makanan untuk peserta telah dipersiapkan sejak satu bulan sebelum acara berlangsung yang meliputi perencanaan dan pemesanan bahan makanan kepada rekanan karena pada kegiatan kemah bakti ini peserta diagendakan untuk mengolah sendiri bahan makanan yang telah disediakan oleh panitia. Akan tetapi karena faktor cuaca saat pelaksanaan kegiatan maka kenyataan dilapangan berbeda dengan apa yang telah diagendakan. Panitia dari bagian konsumsi yang awalnya hanya diberi tanggungjawab untuk penerimaan dan pendistribusian bahan makanan, pada akhirnya harus mendirikan dapur umum guna penyediaan makanan bagi peserta dan mengolah semua bahan makanan yang seharusnya diolah peserta menjadi makanan yang siap untuk dikonsumsi lalu dibagikan kepada seluruh peserta.

Kegiatan bertema Saka Bakti Husada Tanggap Bencana ini diakhiri dengan upacara penutupan pada hari Minggu, 25 September siang. Dari serangkaian pelaksanaan kegiatan terlihat bahwa kepanitiaan bekerja dengan sangat luar biasa. Banyak pengalaman berharga yang pasti belum pernah didapatkan sebelumnya, terutama oleh panitia. Untuk kedepannya diharapkan kepanitiaan kemah bakti kesehatan dapat bekerja dengan lebih baik lagi sehingga kegiatan pun dapat berjalan dengan lebih baik(red. UKM Jurnalistik).
Penulis : Danissa Wulan Febritasanti / P07131214009/ GIZI
Sumber gambar : Yulinda Eka Sari / P07134114040/ Analis Kesehatan 

No comments:

Post a Comment