Sunday, November 20, 2016

THE 3 INTERNATIONAL CONFERENCE ON HEALTH SCIENCE

“Optimizing the Mental Health Under SDGs”

gambar 1 ; persembahan tari nuantara dari ukm tari 
Minggu 06 november 2016, pagi-pagi sekali para panitia riuh mempersiapkan megahnya acara tahunan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yang berbasis Internasional untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN). THE 3 INTERNATIONAL CONFERENCE ON HEALTH SCIENCE “Optimizing the Mental Health Under SDGs” merupakan bagian tanggung jawab dari perwujudan salah satu Visi Poltekkes yaitu “Menjadi Inatitusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Rujukan di Tingkat Nasional” acara ini diselenggarakan di Inna Garuda Hotel yang dihadiri oleh 300 peserta dari berbagai wilayah Nusantara. Acara ini dibuka dengan persembahan Tari Nusantara dari UKM Tari Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dan selanjutnya dibuka oleh direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta bapak Abidilah Mursyid, SKM,MS dengan pemukulan gong. Pembicara yang  didatangkan dari luar Negeri, salah satunya Vilipina dan Brunei Darussalam menyajikan materi  yang sangat luar biasa dan diikuti antusias peserta dengan keaktifan peserta untuk menggali ilmu dari para pakar kesehatan mental. 


gambar 2 ; berlangsung nya acara seminar 
International Conference yang ke-3 ini mengangkat tema “Optimizing the Mental Health Under SDGs” dikarenakan pentingnya kesehatan mental yang selama ini kurang diperhatikan oleh petugas kesehatan. Disadari bahwa setiap individu mempunyai kadar stress yang berbeda-beda, oleh karena itu petugas kesehatan mampu mengatasi masalah kesehatan tidak hanya dibidang fisik namu juga mampu mengatasi permasalahan mental. International Conference memiliki banyak manfaat baik untuk Dosen maupun Mahasiswa, Diantaranya yaitu saling bertukar ilmu untuk mengembangkan taraf kesehatan di Indonesia.

Ketua Panitia International Conference yang ke-3 ini yang tidak lain adalah Ibu Pembantu Direktur III Poltekkes Kemenkes Yogyakarta menyatakan harapannya kepada mahasiswa Poltekkes Kemenkes Yogyakarta agar mahasiswa lebih mendalami bahasa inggris untuk menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), dan juga mahasiswa tidak hanya ahli dalam mengatasi persoalan fisik namun juga memperhatikan kesehatan mental bagi setiap klien, dan agar mahasiswa memiliki wawasan yang lebih luas tidak hanya dari Dalam Negeri namun juga dari Luar Negeri(red_jurnal).

 

No comments:

Post a Comment